Kamis, 02 Juli 2015

6 Alasan Cerdas Menjadi Vegetarian untuk Kesehatan Jantung

Sebuah pola makan nabati dapat mengurangi plak di pembuluh darah, dan menurunkan risiko diabetes dan stroke, Dr Williams dari Amerika mengatakan "Jika kita memiliki pilihan, tampaknya diet vegetarian jauh lebih baik."

Kabar baik untuk pemakan daging, Anda tidak benar-benar harus berhenti makan daging untuk mendapat keuntungan dari pola makan vegetarian. Cukup mengurangi konsumsi jumlah produk hewani dalam diet Anda untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Kemudian, setelah Anda mulai mengganti daging dengan ikan, atau beralih ke vegetarian, atau pergi sepenuhnya menjadi vegan, risiko penyakit jantung Anda secara bertahap akan turun.

Tips Diet Vegan

Berikut ini adalah delapan dari banyak cara diet nabati yang dapat melindungi jantung Anda dari penyakit.

1. Tumbuhan Memiliki Sedikit Lemak Jenuh

Lemak jenuh adalah sesuatu yang "jenuh" dengan hidrogen. Lemak atau minyak ini biasanya padat pada suhu ruangan. Mereka ditemukan dalam produk daging dan hewan seperti daging sapi, domba, mentega, keju, dan produk susu tinggi lemak, dan juga dalam minyak kelapa.

Menurut para ahli medis mengonsumsi lemak jenuh meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah Anda. Dan ini, pada saatnya, akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Para ahli merekomendasikan hanya memiliki sekitar 13 gram (gm) dari lemak jenuh per hari untuk orang-orang pada diet 2.000 kalori.

Pedoman diet American Heart Association (AHA) menyarankan makan 4-5 porsi dari sayuran dan buah-buahan, enam sampai delapan porsi gandum, 2-3 makanan berbasis susu, dan kurang dari 6 ons daging, unggas, atau makanan laut per hari. Diet ini jelas sangat bergantung pada makanan nabati atau vegetarian.

2. Anda Bisa Hilangkan Kolesterol Dari Diet Anda

Tubuh kita membutuhkan kolesterol, namun kolesterol baik dan dalam jumlah yang sedikit. Apabila memiliki kolesterol tinggi dalam darah Anda akan menjadi faktor risiko utama terjangkit penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung.

Kolesterol jahat akan membentuk plak yang akan menghalangi peredaran darah di arteri ke jantung. Hal ini akan menyebabkan darah tertahan dan sulit untuk bergerak menuju jantung. Sehingga memicu serangan jantung dan stroke.

Kadar kolesterol darah rendah dapat dicapai dengan mengganti lemak jenuh dan minyak tak jenuh tunggal dengan dan / atau lemak tak jenuh ganda (ditemukan dalam kandungan seperti alpukat, minyak zaitun dan kacang-kacangan). Kurang dari 10 persen dari kalori harian harus berasal dari lemak jenuh.

3. Makan Sedikit Daging Menurunkan Resiko Diabetes dan Obesitas

Makan daging berarti juga memakan lemak jenuh, dan hal ini menandakan Anda memiliki resiko diabetes tipe 2. Yaitu memiliki diabetes, yang pada gilirannya, akan membuat Anda dua kali lebih mungkin untuk mengalami penyakit jantung dan stroke. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDKD), memiliki diabetes meningkatkan risiko Anda memiliki penyakit jantung atau stroke pada usia lebih dini.

Bagian dari penurunan berat badan dapat disebabkan oleh penurunan lemak jenuh Anda mendapatkan dalam pola makan nabati. Selain itu, Salge Blake mengatakan, Anda dapat mengharapkan penurunan berat badan karena buah-buahan dan sayuran memiliki kalori lebih sedikit dan lebih banyak air. Ini akan membantu Anda mengisi sebelum Anda mengisi.

4. Buah dan Sayuran Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu yang terkenal dan sering direkomendasikan diet untuk penderita hipertensi adalah DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) diet. Sementara diet ini difokuskan pada mengurangi jumlah natrium dalam makanan, juga bertujuan untuk menurunkan konsumsi daging.

Pada diet DASH Anda dituntut meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran dan makan hanya 5 ons makanan berbasis protein harian. Anda seharusnya tidak mengonsumsi lebih dari 26 ons daging, unggas, dan telur setiap minggu.

5. Tumbuhan Perkaya Diet Anda Dengan Omega-3

Menurut University of Maryland Medical Center, makan omega-3 asam lemak dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes dan menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Asam lemak omega-3 tidak dibuat di dalam tubuh, sehingga satu-satunya cara untuk mendapatkan mereka adalah melalui konsumsi dari luar.

Beberapa jenis omega-3 - eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang ditemukan dalam ikan air dingin seperti salmon, sarden dan tuna. DHA dan EPA diubah menjadi digunakan omega-3 lebih mudah daripada alpha-linolenic acid nabati (ALA). Untuk alasan ini, banyak pedoman diet yang menyarankan menurunkan jumlah daging dan unggas serta menambah konsumsi ikan secara rutin.

ALA ditemukan dalam makanan nabati termasuk: biji labu, minyak canola, kedelai, kenari, dan biji rami.

6. Diet Vegan Menambahkan Manfaat Nutrisi

Sejumlah nutrisi dalam diet vegan bermanfaat dalam melindungi jantung. Buah-buahan dan sayuran yang kaya akan antioksidan, sterol, fitokimia, dan kalium, yang kesemua itu berkhasiat mengurangi risiko penyakit jantung.

Potassium (kalium) khususnya, adalah zat yang sangat efektif untuk memerangi hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Menurut American Heart Association, potasium membantu untuk mengurangi efek natrium (yang dikenal dapat meningkatkan tekanan darah) dalam tubuh.

Potassium sendiri ditemukan dalam berbagai makanan nabati termasuk ubi jalar, bayam, jamur, kacang kedelai, almond, pisang, aprikot, tomat, dan melon.

Itulah beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum melakukan diet vegan atau vegetarian. Data data yang kami kutip adalah penelitian yang berbasis di Amerika. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Poskan Komentar